Berita

Deklarasi Manifes Indonesia/Net

Politik

Manifes Indonesia Yakin Oligarki Karatan di 2024

SENIN, 18 OKTOBER 2021 | 21:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Segelintir orang di Indonesia memiliki pengaruh yang garang. Hal ini merupakan gambaran yang terjadi di tanah air pada saat ini. Di mana serangkaian kebijakan diduga kuat diboncengi kepentingan dominan non publik.

Begitu kata Presidium Manifes Indonesia, Heru Santoso saat mendeklarasikan gerakannnya bersama M.Radius Anwar, Leriadi, Ridwan Muchtar, Ayomi Mahayu, dan Andre Steven (Glen), Senin (18/10).

Heru Santoso mengurai bahwa ada sejumlah peristiwa penting yang menggambarkan kondisi tersebut. Seperti UU Cipta Lapangan kerja hingga amandemen UU KPK. Semuanya cenderung menampung "warna" kepentingan segelintir orang yang dimaksud.


“Tentunya, itu diduga dimenangkan lewat sebuah "kompromi”. Watak kompromistik itu untuk kepentingan non publik dan bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Heru.

Manifes Indonesia khawatir, kebijakan-kebijakan publik akan menjadi penghambat bagi tumbuhnya nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kekayaan negara dieksploitasi sepihak guna menumpuk bagi kehidupan masa depan individual atau kelompok.

“Publik atau rakyat bisa jadi terabaikan, asas kemanfaatannya dalam konteks,” tegasnya.

Heru Santoso mengingatkan bahwa segelintir orang garang itu jug bisa membentuk relasi kuasa demi melanggengkan keberadaannya di jalur strategis. Keluarga berkuasa, kerabat saling mengawasi, dan rekanan mengamankannya.

“Periodisasi kekuasan dirancang sampai akhir masa berkuasa hingga individunya. Melalui kepemilikan modal mereka berupaya mewujudkan itu,” sambungnya.

Pemilu di tahun 2024 menjadi target pelanggengan kekuasaan oligarki. Namun demikian, kaum oligarkian lupa bahwa keterbukaan informasi dan daya kritis publik terus tumbuh dari waktu ke waktu. Atas alasan itu Manifes Indonesia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik.

“Keikutsertaan publik pun pada akhirnya sulit dibendung dalam menumbangkan  pengaruh dari segelintir orang tadi,: sambungnya.

Heru Santoso melanjutkan, refleksi pengaruh dari segelintir orang kelak melandai di pemilu 2024. Ini bisa tersirat dari publik yang masih bisa berlawan hari ini. Meski di tengah kuat cengkeramannya.

Lewat jejaring informasi, memudahkan publik membentuk kesadaran kolektif dalam memaknai kebijakan bahkan ketimpangan yang ada.
Terbukanya skandal-skandal kasus ekonomi dan keuangan serta politik dan kehakiman menjadi bukti atas itu. Dan ini menjadi pertanda rantai kuasa yang terbangun mulai tergerus alias keropos.

“Oligarki, jika disimbolisasi bermaterial besi, bisa"karatan" di 2024. Terbukanya informasi, berkembangnya teknologi serta hadirnya generasi muda "baru" akan meng"oksidasi"nya secara pasti. Sehingga kepemimpinan nasional kelak bergeser ke "orang" baru penuh "kelengkapan”,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya