Berita

Pembunuh 12 anak di Kenya tewas dikeroyok massa/Net

Dunia

Kabur dari Penjara, Pembunuh Selusin Anak Tewas Dikeroyok Massa

MINGGU, 17 OKTOBER 2021 | 11:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pria asal Kenya meninggal dunia dikeroyok massal setelah warga mengetahui ia adalah pembunuh anak-anak yang melarikan diri dari penjara.

Ia adalah Masten Wanjala, seorang pria yang mengaku telah membunuh selusin anak-anak di Kabupaten Nairobi, Machakos, dan Bungoma.

Wanjala mengaku sebagai pelatih sepak bola untuk memancing korban-korbannya. Sejauh ini, sudah ada lima jenazah yang ditemukan.


Dikutip dari Fox News, Wanjala ditangkap pada Juli, kemudian kabur dari penjara di Nairobi pada Rabu (13/10).

Sehari setelahnya, ia ditemukan tewas di dekat rumahnya di Kabupaten Bungoma.

Otoritas polisi mengatakan Wanjala diidentifikasi setelah dia bergabung dengan pertandingan sepak bola dan bermain dengan penduduk setempat. Beberapa orang kemudian membuntutinya dan memukulinya sampai mati.

"Hukum rimba seperti yang diterapkan oleh penduduk desa yang marah berlaku," kata Direktorat Investigasi Kriminal kepolisian Kenya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya