Berita

Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Tanpa Kemajuan Perdamaian, Malaysia Tolak Kehadiran Pemimpin Junta Myanmar di KTT ASEAN

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 12:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia telah menyatakan sikap perihal kemungkinan kehadiran pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing dalam KTT ASEAN bulan ini.

Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah menegaskan, Malaysia menolak kehadiran Min Aung Hlaing di KTT ASEAN jika mereka tidak membuat kemajuan atas rencana perdamaian lima poin konsensus yang telah disepakati sebelumnya.

Berbicara dalam konferensi pers pada Jumat (15/10), Saifuddin juga mengatakan para menlu ASEAN, termasuk menlu Myanmar yang ditunjuk junta akan bertemu untuk membahas kehadiran Min Aung Hlaing.


"Meskipun tidak ada protokol untuk mengecualikan para pemimpin jika tidak ada konsensus yang dicapai di antara negara-negara anggota, mungkin ada cara lain untuk mengatasi masalah tersebut," kata Saifuddin, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan serupa juga telah disampaikan oleh Utusan Khusus ASEAN untuk krisis Myanmar, Erywan Yusof pada pekan lalu.

Ia mengatakan, kegagalan junta melaksanakan lima poin konsensus yang disepakati pada April akan berimbas pada penolakan negara-negara anggota terhadap kehadiran pemimpin Myanmar di KTT ASEAN.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari, yang mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif dan memicu kemarahan di dalam dan luar negeri atas kembalinya kekuasaan militer.

Menurut PBB, lebih dari 1.100 orang sejak kudeta, banyak yang meninggal selama aksi protes.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya