Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal Rusia: Israel Gunakan Pesawat Sipil sebagai Perisai Ketika Serang Suriah

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 11:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel dilaporkan menggunakan dua pesawat sipil sebagai perisai ketika jet-jet tempurnya menyerang Suriah. Pengerahan pesawat sipil dilakukan agar Suriah tidak melakukan serangan balasan.

Hal itu diungkap oleh seorang jenderal Rusia, Laksamana Muda Vadim Kulit kepada Sputnik pada Kamis (14/10).

Pada Rabu malam (13/10), jet F-16 Israel melakukan serangan udara terhadap Suriah yang menegaskan sembilan pejuang pro-pemerintah, empat di antaranya warga Suriah, sementara lima lainnya belum diketahui.


"Pimpinan militer Suriah memutuskan untuk tidak menggunakan sistem pertahanan udara karena pada saat serangan Israel, dua pesawat penumpang sipil berada di zona penghancuran sistem anti-pesawat," jelas Kulit.

Ini bukan kali pertama Rusia menduga Israel menggunakan pesawat sipil sebagai perisai terhadap pertahanan udara Suriah.

Pada 2018, militer Suriah menembak jatuh pesawat mata-mata Rusia saat menanggapi serangan udara Israel. Rusia kemudian menyalahkan Israel atas insiden yang menewaskan 15 awaknya itu. Moskow menyebut Angkatan Udara Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perlindungan.

Sementara itu, militer Israel dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Namun demikian, insiden itu menyebabkan pertengkaran diplomatik besar antara Moskow dan Yerusalem.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan Israel pada Rabu malam di dekat Palmyra menargetkan beberapa posisi Iran, termasuk menara komunikasi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya