Berita

Kapal selam nuklir China tipe 094/Net

Dunia

China Desain Ulang Kapal Selam Nuklirnya Agar Sulit Dideteksi AS

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China memperkuat armada lautnya, dengan meningkatkan kapal selam dengan rudal nuklir mereka agar sulit dideteksi kekuatan asing.

Dari laporan South China Morning Post, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat telah mendesain ulang kapal selam tipe 094.

Kapal selam 094 diyakini banyak pakar memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal balistik JL-3 atau hulu ledak "Big Wave" yang memiliki jangkauan sekitar 9.000 km.


Penelitian yang dilakukan oleh oleh ahli kapal selam Prancis Eric Genevelle dan Richard W Stirn, menemukan China telah membuat beberapa perbaikan pada kapal tersebut.

Modifikasi termasuk perbaikan teknis pada lambung kapal selam untuk membuatnya lebih tenang.

Angkatan Laut PLA juga menyembunyikan nomor identifikasi 094 kapal selamnya untuk membingungkan pengamat tentang berapa banyak kapal yang beroperasi di wilayah lautan.

Namun terlepas dari perbaikan, Genevelle dan Stirn mengatakan kapal selam tipe 094 mungkin masih terlalu keras untuk mendekati pantai AS tanpa terdeteksi.

Seorang pakar keamanan China mengatakan peningkatan kapal selam tidak terkait dengan meningkatnya ketegangan dengan AS dan sekutunya seperti Australia.

China sendiri telah mengecam kesepakatan AUKUS yang memberikan Australia armada kapal selam bertenaga nuklir dari AS dan Inggris.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping telah menjadikan angkatan laut yang besar dan modern sebagai salah satu prioritas anggaran militer negaranya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya