Berita

Lebanon mengalami krisis pasokan listrik/Net

Dunia

Krisis Pasokan Listrik, Lebanon Gelap Gulita dalam Beberapa Hari

MINGGU, 10 OKTOBER 2021 | 07:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagian besar wilayah di Lebanon kehilangan listrik setelah pembangkit listrik utama mengalami pemadaman lantaran krisis bahan bakar.

Menurut laporan NPR, pabrik Zahrani kehilangan daya pada Sabtu (9/10), sementara pabrik Deir Ammar sudah ditutup sehari sebelumnya.

Pemadaman dua pabrik utama itu terjadi lantaran langkanya bahan bakar di Lebanon. Padahal kedua pembangkit listrik itu bertanggung jawab untuk memasok 40 persen kebutuhan listrik Lebanon.


"Jaringan listrik diperkirakan tidak akan berfungsi sampai Senin depan (11/10), atau selama beberapa hari," kata seorang pejabat pemerintah.

Sebagai tanggapan, protes meletus setelah pemadaman. Sejumlah warga yang marah berkumpul di kantor perusahaan listrik milik negara, Electricite du Liban (EDL) di Halba.

Di Tripoli, warga juga melakukan penutupan jalan secara paksa. Selain kehilangan listrik, kondisi mereka juga diperparah dnegan kekurangan air.

Al Jazeera menyebut, Angkatan Bersenjata Lebanon diperkirakan akan memberikan 6.000 kiloliter minyak gas untuk dibagi antara kedua pabrik, yang akan memasok listrik ke negara itu selama tiga hari.

EDL juga dijadwalkan untuk menerima bahan bakar dari Irak akhir bulan ini.

Sebelum pemadaman secara luas, listrik di Lebanon telah dikuota dengan warga hanya mendapatkan listrik selama beberapa jam sehari.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya