Berita

Jet tempur F-16/Net

Dunia

Gagal Dapatkan F-35, Turki Minta AS Jual 40 Jet F-16

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki telah mengajukan permintaan untuk membeli 40 unit jet tempur F-16 buatan Lockheed Martin kepada Amerika Serikat (AS). Permintaan itu juga termasuk sekitar 80 kit modernisasi untuk pesawat tempurnya yang sudah ada.

Kesepakatan bernilai miliaran dolar itu masih dalam proses Penjualan Militer Asing, yang perlu disetujui oleh Departemen Luar Negeri. Hanya Kongres AS yang bisa memblokir kesepakatan.

"Sebagai masalah kebijakan, Departemen tidak mengkonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai mereka secara resmi diberitahukan kepada Kongres," kata jurubicara Departemen Luar Negeri, seperti dikutip Reuters.


Pengajuan itu dilakukan oleh Turki setelah AS menolak untuk menjual F-35 lantaran skandal pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia oleh Ankara.

Pada 2019, Ankara telah memesan lebih dari 100 unit jet F-35, juga dibuat oleh Lockheed Martin Corp. Tetapi pesanan itu gagal setelah Turki mengakuisisi sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Pada Desember 2020, Washington memasukkan sejumlah individu dan industri militer Turki ke dalam daftar hitam.

Insiden itu juga telah memperburuk sentimen terhadap Turki di Kongres AS. Sehingga pengajuan pembelian F-16 kemungkinan akan mengalami kesulitan.

Sejak itu AS telah berulang kali memperingatkan Turki agar tidak membeli persenjataan Rusia lebih lanjut. Namun pekan lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengindikasikan bahwa Ankara masih berniat membeli gelombang kedua S-400 dari Rusia.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya