Berita

Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid/Net

Dunia

Taliban: Jangan Gunakan Bantuan Kemanusiaan untuk Tekanan Politik

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 11:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

  Taliban meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan negara-negara kaya untuk tidak menggunakan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan sebagai instrumen politik.

Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, Afghanistan memiliki hak untuk memutuskan masa depan mereka.

"Kami berharap PBB, negara-negara terkaya di dunia dan banyak organisasi lainnya akan memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan, dan tidak mengubah bantuan dan dukungan mereka menjadi instrumen tekanan politik, dan dengan tulus bekerja sama dalam mengatasi masalah yang ada," kata Mujahid lewat akun Twitter-nya.


Mujahid menekankan, invasi AS ke Afghanistan tidak menghasilkan apa pun selain korban dan kerugian finansial.

Pada pertengahan Agustus, Taliban memasuki Kabul, dan provinsi terakhir yang melawan kelompok itu, Panjshir, menyerah pada 6 September.

Saat pasukan internasional menarik diri dari Afghanistan dan evakuasi asing berakhir, Taliban mengumumkan komposisi kabinet sementara.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya