Berita

Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA/Ist

Politik

Jawab Kritikan Ketua Komisi V Soal APBA, Jubir Pemerintah Aceh: Itu Masih Jadi Pro Kontra Sesama Dewan

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 03:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jurubicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menanggapi santai kritikan yang disampaikan Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Rizal Falevi Kirani terkait polemik APBA Perubahan 2021.

"Saran saya, jikapun membantah jangan keras-keras. Pertama, itu pro-kontra sesama dewan. Kedua, karena saya tidak pernah bicara keras," kata MTA sambil terkekeh, Jumat (17/9).

Pernyataan MTA ini merupakan respons dari pernyataan Falevi Kirani yang sebelumnya meminta Jubir Pemerintah Aceh untuk tidak menyesatkan publik dengan menyampaikan pernyataan insentif tenaga kesehatan (nakes) terancam tidak bisa cair jika tidak ada APBA Perubahan.


"Tidak perlu kita sikapi, karena kita dari pihak Pemerintah Aceh tidak pernah menyatakan itu. Kami melihat itu lebih kepada pro-kontra sesama internal dewan," ujar MTA, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Dirinya mengaku, hanya menyampaikan perkembangan dan prioritas APBA Perubahan menanggapi permintaan media.

"Dan itu berpulang kepada dewan," katanya.

MTA juga meminta legislatif untuk tidak melibatkan pemerintah dalam konflik internal dewan. Sebaliknya, MTA menyarankan wakil rakyat agar duduk bermusyawarah mencari solusi.

"Jangan libatkan kita dalam konflik internal dewan, jika ada pro-kontra sesama duduklah bermusyawarah," kata dia.

Terkait mekanisme selain perubahan, lanjut MTA, itu barulah ranah Pemerintah Aceh.

"Cuma selama ini kita kan menunggu respons dewan terkait perubahan, jadi jangan berkembang ke mana-mana," tandas MTA.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya