Berita

Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman/Net

Politik

Habiburokhman: Partai Gerindra Risih Bicara Pilpres 2024

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Gerindra memilih berbeda dengan partai politik lainyya. Di tengah keriuahn pembahasan pemilihan presiden 2024, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu enggan berkomentar soal dinamika pencalonan tokoh pada Pilpres 2024.

Pilihan diam Gerindra itu termasuk soal wacana memasangkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengakui, kader-kader Partai Gerindra risih menjawab setiap pertanyaan seputar Pilpres 2024.


"Kami agak risih berbicara soal Capres-cawapres di Pemilu 2024," ujar Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/9).

Dikatakan Habiburokhman, Pilpres 2024 masih jauh dan masih banyak waktu untuk membahas. Saat ini, sebaiknya semua fokus mengentaskan bangsa Indonesoa dari pandemi Covid-19.

"Karena itu (Pilpres 2024) masih lama dan saat ini bangsa kita sedang menghadapi cobaan yang berat yaitu pandemi," terangnya.

Wakil Ketua Majelis Kehormatan Dewan ini menegaskan, berikan waktu kepada Sandiaga Uno untuk menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Kita tahu kedua orang tersebut ada di posisi pejabat publik, baik Pak Anies sebagai gubernur maupun Pak Sandi sebagai menteri," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya