Berita

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule saat audiensi dengan Pemprov Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung/Ist

Politik

Geruduk Gedung Sate, Ketua Majelis ProDEM: Patut Diduga Ridwan Kamil Sekongkol dengan Sentul City

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 13:04 WIB | LAPORAN: MANGIHUT HASUDUNGAN

Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) mendatangi kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat siang (17/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan para aktivis ini untuk menindaklanjuti surat audiensi 09/SP-PRDM/IX/2021 yang telah diterima bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Setda Pemprov Jabar pada 15 September 2021.

Audiensi tersebut sehubungan isu dugaan perampasan lahan yang dimiliki ribuan warga Bojong Koneng oleh pengembang Sentul City.


Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule mengatakan, dalam perjalanannya ditemukan fakta bahwa Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dievaluasi setiap 2 tahun.

Adapun hak mengevaluasi serta menerbitkan perpanjangan izin SIPPT sepenuhnya kewenangan Gubernur Jawa Barat.

Oleh karenanya, ProDEM menilai sengketa Sentul City dan warga Bojong Koneng, termasuk Rocky Gerung diduga turut melibatkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"SIPPT diterbitkan oleh Gubernur Jawa Barat dan setiap 2 tahun sekali diperpanjang. Dengan adanya banyak sengketa terjadi, perampasan tanah rakyat terus dilakukan oleh Sentul City sebagai pemegang SIPPT, maka sudah sepatutnya SIPPT yang diberikan kepada Sentul City harus dievaluasi, bahkan harus ditarik oleh Kang Emil (Ridwan Kamil) selaku Gubernur Jabar, jika tidak, maka patut diduga kuat bersekongkol dengan pengembang Sentul City melakukan perampasan tanah rakyat," tegas Iwan Sumule di Gedung Sate, Bandung. 

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya