Berita

Mendagri Tito Karnavian usai RDP bersama Komisi II DPR dan KPU RI/RMOL

Politik

Tarik Ulur Jadwal Pemilu, Pemerintah Gelar Rapat Internal

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 21:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah akan menggelar rapat internal untuk membahas pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Rapat akan dipimpin Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

Begitu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Gedung Kura-kura, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9).

"Untuk penentuan waktu pemungutan suara dengan dasar-dasar pertimbangan tadi, maka kami mohon kiranya masih diberikan waktu dulu untuk dilakukan exercise di tingkat kementerian/lembaga secara lebih detail lagi," kata Tito Karnavian


Dikatakan Tito, pemerintah perlu melakukan kajian dengan hat-hati dalam penetapan jadwal pelaksanaan Pemilu 2024.

"Karena ini melibatkan keuangan, melibatkan masalah hukum, LKPP dan lain-lain. Rencana Bapak Menko Polhukam akan melaksanakan rapat (Jumat) besok di Polhukam, besok siang," katanya.

Tito juga memastikan, setelah di pemerintah dihasilkan satu keputusan, maka akan langsung dilaporkan ke Komisi II DPR.

"Dan setelah itu mungkin akan kita lanjutkan dengan konsinyering dengan Komisi II kemudian dengan penyelenggara dan DKPP.  Sehingga, pada rapat kerja berikutnya kita sudah bisa memutuskan," pungkasnya.

Rapat kerja Komisi II DPR RI, kembali gagal memutuskan jadwal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Seretak 2024. Hal ini, karena adanya perbedaan usulan diantara pemerintah dan KPU RI.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berbeda pandangan dengan KPU RI tentang waktu pelaksanaan Pemilu 2024. KPU mengusulkan digelar pada tanggal 21 Februari, Tito menyampaikan usulan Pemilu digelar pada bulan April atau Mei.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya