Berita

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra/RMOL

Politik

KPU Pikir-pikir Permintaan Mendagri Soal Jadwal Pemilu Mundur

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 15:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perbedaan usulan dilayangkan pemerintah untuk jadwal pelaksanaan Pemilu Nasional tahun 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sudah menyusun dan mensimulasikan tahapan demi tahapan belum bisa memutusksan menerima, karena masih harus pikir-pikir.

Ketua KPU, Ilham Saputra menyatakan masih harus mempertimbangkan usulan pemerintah, dalam hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/9).

Dala Raker tersebut, Tito meminta hari h pelaksanaan Pemilu mundur dari yang dijadwalkan KPU, yaitu 21 Februari 2024 menjadi April 2024.


"Dengan simulasi yang dilakukan Mendagri, saya kira kita akan melakukan exercise lagi, apakah masih bisa dimundurkan hari H pemilunya," ujar Ilham saat ditemui seusai Raker Kamis siang (16/9).

Lain halnya dengan jadwal Pilkada Serentak 2024. Ilham memastikan waktu pelaksanaan pencoblosan sudah disepakati bersama dan tidak akan berubah. Di mana nantinya akan tetap berlangsung pada 27 November 2024.

Menyusul adanya usulan dari pemerintah, KPU akan mensimulasikan kembali untuk jadwal pelaksanaan Pemilu Nasional. Meskipun pada Raker sebelumnya, sudah disampaikan beragam pertimbangan dan perhitungan yang dilakukan KPU.

"Apa yang sudah kami lakukan kemarin itu sudah menghitung beberapa pertimbangan-pertimbangan terkait penyelenggaraan pemilu dan pilkada," demikian Ilham.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya