Berita

Kartu Prakerja/Net

Nusantara

Gelombang ke-19 Program Kartu Prakerja Dibuka, Kuotanya 800.000 Peserta

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 04:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Program kartu prakerja gelombang ke-19 telah resmi dibuka oleh pemerintah. Bagi masyarakat yang ingin mengasah kemampuan sebelum terjun ke dunia kerja, disediakan slot bagi 800.000 peserta.

Head of Communication Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, pendaftaran akan dibuka untuk beberapa hari ke depan.

"Pendaftaran kartu prakerja gelombang 19 sudah dibuka pada hari ini pukul 12.00 WIB dengan kuota sebanyak 800.000 peserta. Para pelamar bisa mengunjungi situs www.prakerja.go.id untuk membuat akun dan mengikuti seleksi kartu prakerja," kata Loisa dalam keterangan tertulis, Jumat (27/8).


Bagi pelamar yang akunnya sudah terverifikasi, lanjutkan dengan proses membuka www.prakerja.go.id pada browser handphone atau komputer. Kemudian, siapkan nomor Kartu Keluarga serta NIK.

Lalu, masukkan data diri dan ikuti petunjuk pada layar. Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar secara online. Kemudian klik “Gabung” pada Gelombang yang sedang dibuka dan nantikan pengumuman peserta yang lolos seleksi Gelombang melalui SMS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya