Berita

Pengamat intelijen, keamanan dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati/RMOL

Pertahanan

Perlu Sosok Disegani Dunia Internasional, Ini Kriteria Panglima TNI Menurut Nuning Kertopati

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 19:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Bursa calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto kembali menghangat. Sebab, November 2021 Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun.

Pengamat intelijen, keamanan dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati memberikan catatan penting bahwa Presiden Joko Widodo harus menjadikan pertimbangan kualifikasi kemampuan menjawab tantangan TNI.

Analis yang karib disapa Nuning ini mengatakan, memilih Panglima TNI tidak tepat kalau hanya didasarkan harus berasal dari matra tertentu ataupun berurutan.


Dalam pandangan Nuning, dalam kondisi saat ini, Panglima TNI pengganti Hadi Tjahjanto harus dijabat oleh sosok yang memahami perang hibrida, perang teknologi informasi, media sosial dan teritorial. Termasuk, menguasai masalah ancaman terorisme dan radikalisme.

"Lebih dari itu prestasi dan pengalaman akademik sebagai keniscayaan untuk dikuasai. Panglima TNI juga harus menjaga dengan baik kedaulatan NKRI sebaik mungkin, siap menjaga agar tidak terjadi disintegrasi," demikian perspektif Nuning saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/8).

Lebih lanjut, analisa Nuning, Panglima TNI kedepan harus memahami betul soal lingkungan strategis pada tataran global dan regional. Kata dia, sosok panglima TNI harus benar-benar memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional.

Syaratnya, disebutkan Nuning, sosok Panglima TNI harus disegani dunia internasional.

"Akan sangat baik jika Panglima TNI adalah Schollar Warior, perwira akademisi. Penting juga memperhatikan prestasi akademiknya sebaiknya ambil yang pintar dan lulus tidak lebih dari nomer 30 kelulusan di Akademinya," terang Nuning.

Selain itu, Panglima TNI harus menjawab kebutuhan organisasi TNI. Tantangan yang juga perlu diperhatikan adalah sosok orang nomor satu di TNI harus memiliki kemampuan manajerial di bidang temput dan diplomasi militer handal.

Artinya, kata Nuning pengganti Hadi Tjahjanto harus memiliki penguasaan bahasa asing di atas rata-rata. Dengan demikian, berbagai informasi rahasia tidak akan melibatkan pihak ketiga seperti penterjemah.

"Jadi penting bagi Panglima TNI kedepan selain punya integritas bagus juga mahir bahasa asing minimal Inggris," demikian argumen Nuning.

Terkait keharusan asal matra sebagai Panglima, Nuning mengatakan, sesuai UU 34/2004 tentang TNI, pasal 13 ayat 4 mengamanatkan bahwa jabatan panglima TNI dapat dijabat oleh Perwira Tinggi aktif yang sedang dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Kata Nuning, siapapun Panglima TNI yang akan terpilih menggantikan Hadi Tjahjanto ada di tangan Presiden tanpa diintervensi oleh siapapun.

"Artinya Kasad, Kasal dan Kasau memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI. Meski harus bergantian namun pada kenyataannya Presiden yang menentukan siapa yang akan menjabat," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya