Berita

Perwakilan petani Taluk Jambe saat diterima Ida Fauziah saat masih menjadi anggota DPR fraksi PKB/Net

Nusantara

Bersyukur atas Izin Pengelolaan Lahan, Petani Teluk Jambe Terus Menata Diri

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 05:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Para petani Teluk Jambe, Karawang yang terlibat sengketa panjang perebutan lahan yang diklaim oleh PT Pertiwi Lestari (PT PL) kini bernafas lega. Pasalnya, mereka telah diberikan tanah sertifikat hak milik seluas 18 hektar sebagai imbas konflik dengan HGU PT PL. Sedangkan perihal area pertanian/perkebunan diberikan pengelolaanya kepada warga melalui skema Perhutanan Sosial (PS).

“Dengan keputusan ini kami pulang ke Karawang dengan penuh syukur. Kini kami terus menata diri, agar bisa menggarap lahan dengan optimal. Untuk masa depan lebih baik bagi anak-anak kami,” kata Sekretaris Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB) Madahari dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8).

Madahari menjelaskan, skema Perhutanan Sosial (PS) dengan SK No 5320/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/10/2017 IPHPS itu nantinya akan diberikan kepada 783 keluarga petani berikut lahan seluas 1.566 hektar.


Kemudian, katanya, demi meningkatkan perekonomian masyarakat diberikan akses untuk mengolah lahan secara mandiri. Namun, dengan catatan penerima SK diminta dapat menggarap lahannya minimal dengan menanam pohon berkayu sebanyak 50 persen.

"Ini hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara," pungkasnya.

Sementara itu, Sutejo salah satu petani Teluk Jambe yang ikut melakukan segala perlawanan ini menceritakan hingga akhirnya para petani bisa mendapatkan hak-haknya.  

Sengketa yang mengharuskannya dengan ratusan petani Teluk Jambe lainnya untuk melakukan segala perlawanan. Mulai dari jalan musyawarah, unjuk rasa, jalan kaki ke Jakarta, hingga melakukan aksi mengubur diri di depan Istana negara. Sengketa yang mengharuskan para petani Teluk Jambe terlunta, terusir, hingga kehilangan sanak keluarga.

Sutejo ingat betul saat ke gedung parlemen di Senayan, dia dan teman-temannya diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKB DPR Ida Fauziah saat itu sebelum diangkat menjadi Menteri Ketenagakerjaan. Dia tidak menduga respons dari anggota Fraksi PKB yang saat itu begitu peduli dengan nasib para petani.

“Kami ditanggapi dengan baik oleh ibu Ida Fauziah. Kami sangat berterima kasih sekali sama bu Ida Fauziah yang waktu itu yang memberikan bantuan kepada petani yang sangat luar biasa, karena kami tidak pernah tahu duit puluhan juta, waktu itu dibantu dua puluh juta dari bu Ida,” ungkapnya.

“Saya terus bersyukur tiga tahun terakhir ini kami mulai menata hidup kami lagi, setelah perjuangan panjang terlibat konflik lahan yang menguras energi. Kini kami bisa menggarap lahan dengan tenang, tanpa khawatir akan teror preman perusahaan atau pengusiran sepihak oleh oknum aparat keamanan,” pungkas Sujeto menambahkan.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya