Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau penanganan Covid-19 di Bali/Ist

Politik

Teguran Luhut ke Gubernur Bali Wajar tapi Sangat Rentan Diseret ke Politik Praktis

JUMAT, 13 AGUSTUS 2021 | 16:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Teguran Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan kepada I Wayan Koster murni bentuk ketegasan pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Luhut merupakan Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali, sedangkan I Wayan Koster berkedudukan sebagai seorang kepala daerah yang termasuk menerapkan PPKM Level 4.

Oleh karenanya, wajar bila Luhut mengungkapkan kekesalannya atas buruknya penanganan pandemi di sebuah daerah, seperti di Bali.


"Luhut kan memang konsentrasinya untuk Jawa dan Bali, jadi teguran-teguran itu biasa,” kata Pengamat politik Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/8).

Penggagas Lembaga Survei KedaiKopi ini juga tak sependapat dengan pandangan beberapa pihak yang mengaitkan teguran Luhut kepada politisi PDI Perjuangan tersebut  dengan Megawati Soekarnoputri yang belakangan menyorot para pembantu presiden.

Namun demikian, ia tak memungkiri bila cara Luhut menegur loyalis Megawati itu rentan diseret ke ranah politik.

"Sebaiknya teguran antarlembaga atau pemerintah pusat dan kepala daerah itu tidak dimainkan di ranah publiklah, dimainkan di internal saja. Jadi enggak ramai dan ribut,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya