Berita

Penampakan perubahan warna pesawat kepresidenan yang beredar di media sosial/Repro

Politik

Ganti Warna Pesawat Dianggap Pemborosan, Faisol Riza: Jangan Membabi Buta kalau Mengkritik

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 12:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tak ada yang salah dengan keputusan pemerintah mengubah warna pesawat kepresidenan yang sebelumnya putih biru menjadi merha putih.

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza pun tak sependapat dengan pihak-pihak yang menuding perubahan warna pesawat tersebut sebagai tindakan pemborosan.

"Kalau Alvin Lie (pengamat penerbangan) bilang pemborosan dengan (menelan biaya) 100 ribu dolar AS rasanya terlalu berlebihan,” ucap Faisol kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/8).


Alih-alih berpolemik, politisi PKB ini justru melihat perubahan warna pesawat kepresidenan menjadi merah putih sebagai kebanggaan tersendiri.

"Harusnya bagus dan banggalah dengan warna bendera merah putih yang dipakai pesawat keprisidenan,” imbuhnya.

Dia berpendapat, pengecatan tersebut bisa dianggap pemborosan jika pemerintah sama sekali tidak melakukan upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Faktanya, kata Faisol, selama ini pemerintah melakukan kerja keras untuk rakyat agar masalah ekonomi dan kesehatan ini cepat selesai.

"Pemerintah sudah mendorong perceptan vaksinasi, memberikan bantuan pada UMKM dan memberikan bansos. Janganlah membabi buta dalam melakukan kritik seolah-olah tidak ada yang benar dari pemerintah,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya