Berita

Berita pembunuhan Osama bin Laden/Net

Dunia

Satu Dekade jadi Buronan Paling Dicari, Persembunyian Osama bin Laden Terbongkar karena Jemuran Pakaian

MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 18:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS), dengan kekuatan intelijennya yang mutakhir, membutuhkan waktu satu dekade untuk menemukan buronan yang paling dicari, Osama bin Laden. Bahkan setelah bertahun-tahun, penemuan tempat persembunyian Osama bin Laden terjadi secara "kebetulan".

Osama bin Laden yang diyakini sebagai dalang di balik serangan 11 September 2001 di New York, dikenal piawai dalam bersembunyi. Tetapi pemimpin Al Qaeda itu harus meregang nyawa dalam operasi militer yang dilakukan oleh AS di bawah pemerintahan Barack Obama pada Mei 2011.

Operasi militer tersebut dilakukan setelah militer AS menemukan tempat persembunyian Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan.


Dalam sebuah buku berjudul "The Rise and Fall of Osama bin Laden" yang ditulis oleh analis keamanan nasional sekaligus mantan produser CNN, Peter Bergen, terungkap bagaimana AS mengetahui tempat persembunyiaan Osama bin Laden.

Lewat buku yang terbit pada Selasa (27/7) itu, Bergen membeberkan bahwa jemuran pakaian dari kediamannya lah yang membuat Osama bin Laden tertangkap, seperti dikutip New York Post.

Osama bin Laden merupakan satu dari 54 bersaudara yang lahir pada 1957 dari seorang pengusaha kaya Yaman, Mohammed bin Laden.

Seperti sang ayah, Osama bin Laden juga menganut sistem poligami. Namun bukan hanya itu, ia juga kerap menceraikan istri-istrinya untuk menikahi yang baru.

Ketika serangan 11 September terjadi, Osama bin Laden diketahui tengah memiliki tiga istri, yaitu Khairiah Sabar (52 tahun), Siham al-Sharif (44 tahun), dan Amal el-Sadah (17 tahun).

Setelah serangan terhadap dua menara WTC terjadi, keluarga Osama bin Laden berhamburan. Sang kepala keluarga yang saat itu berusia 44 tahun bersembunyi di pegunungan Afghanistan dan Pakistan utara.

Namun pada 2004, ketika operasi pengejarannya mulai mereda, Osama bin Laden memerintahkan pengawalnya, Ibrahim Saeed Ahmed abd al-Hamid untuk membeli tanah, menyewa arsitek, dan membangun sebuah bangunan cukup besar untuk menampung keluarganya kembali di Abbottabad, Pakistan.

Ibrahim melakukan perintah atasannya. Ia membeli tanah senilai 50 ribu dolar AS atas namanya sendiri, lalu membangun rumah tiga laintai yang memiliki empat kamar tidur di lantai pertama dan empat lainnya di lantai kedua. Masing-masing kamar memiliki kamar mandinya sendiri.

Sementara lantai ketiga dikhususkan untuk Osama bin Laden. Di sana terdapat kamar tidur, kamar mandi, ruang belajar, dan teras.

Setelah proses pembangunan, pada 2005, keluarga itu pindah ke rumah tersebut, tanpa menyadari bahwa itu akan menjadi rumah terakhir bagi Osama bin Laden.

Untuk mengelabui, Ibrahim yang seorang-olah memiliki properti tersebut kerap datang dan pergi bersama saudaranya serta istri dan anak-anak mereka. Tapi mereka tinggal di paviliun kecil, bukan di gedung utama.

Seluruh keluarga Osama bin Laden diharuskan untuk tetap low profile, hanya menggunakan telepon umum untuk panggilan penting, dan mengeluarkan baterai dari ponsel mereka ketika kembali ke "markas".

Sementara itu, Osama bin Laden sendiri jarang meninggalkan rumahnya, kecuali dua kali ketika sang istri, Amal, melahirkan. Ketika itu ia menggunakan nama samaran, menunjukkan surat identitas palsu, dan berpura-pura tuli.

Lima tahun berjalan tanpa masalah. Hingga 2010, agen CIA mendapat informasi bahwa seorang informan di Pakistan melihat Ibrahim di kota Peshawar.

Pada Agustus 2010, tanpa disadari, Jeep putih Ibrahim membawa CIA ke gedung setinggi 18 kaki dengan kawat berduri yang belakangan diketahui sebagai rumah Osama bin Laden. Di sana terdapat tiga istri, delapan anak bungsu, dan empat cucu dari Osama bin Laden.

Bangunan utama memiliki beberapa jendela dan balkon di lantai atas yang dikelilingi tembok tinggi di semua sisi.

Analis CIA mengungkap kecurigaan bahwa di bangunan mewah tersebut tidak ada saluran telepon atau internet, meski diyakini pemiliknya adalah orang yang cukup kaya untuk membeli kebutuhan itu.

Kecurigaan itu membuat CIA menempatkan sebuah rumah persembunyian di dekatnya, untuk menyelidiki siapa yang tinggal di sana.

Tidak seperti rumah-rumah lain yang membuang sampahnya, para penghuni di bangunan tersebut justru membakarnya. Di balik tembok pembatas, tampak sebuah kebun dan peternakan kecil yang diisi oleh ayam dan sapi.

Namun kecurigaan semakin besar ketika ditemukan dari jemuran pakaian mereka. Tali jemuran itu berisi pakaian wanita, shalwar kameez yang biasa dikenakan pria Pakistan, pakaian anak-anak dan popok. Jumlahnya lebih banyak daripada keluarga umumnya, yaitu bisa digunakan untuk 11 anggota keluarga.

Jika dianalisis, itu mencakup seorang pria dewasa, beberapa wanita dewasa, dan setidaknya sembilan anak. Cocok untuk tipe keluarga Osama bin Laden.

Akhirnya, setelah hampir satu dekade bersembunyi, Osama bin Laden yang berusia 54 tahun mengembuskan napas terakhirnya dalam operasi militer AS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya