Berita

Para pakar menilai Anies Capres dengan visi dan intelektualitas terbaik/Repro

Politik

Anies Baswedan Capres Dengan Visi Dan Intelektualitas Terbaik

SELASA, 13 JULI 2021 | 18:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah nama sudah beredar belakangan ini sebagai figur ideal yang pantas diusung dalam gelaran Pilpres 2024.

Diantara nama-nama yang beredar, Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden idaman yang punya visi dan intelektualitas terbaik.

"Anies Baswedan dipilih 8,64 persen responden, (Gubernur Jawa Barat) 8,28 persen, (Gubernur Jawa Tengah) Ganjar Pranowo 8,22 persen," Direktur Eksekutif ASI Ali Rifan dalam paparan hasil survei pakar atau public opinion makers bertema “Menimbang Kapasitas Calon Presiden 2024”, Selasa (13/7).


Di bawah ketiga nama itu, ada Menteri Parekraf Sandiaga Uno 7,89 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 7,87 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 7,71 persen, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 7,45 persen.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir 7,24 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 7,22 persen, Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj 7,1 persen, tokoh NU Ali Masykur Musa 6,8 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 6,63 persen.

Mantan Kapolri Tito Karnavian 6,61 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 6,51 persen, Panglima TNI Hadi Tjahjanto 6,48 persen, Ketua Umum Partai Golkar 6,36 persen, Kapolri Listyo Sigit Prabowo 6,15 persen.

Kepala BIN Budi Gunawan 6,13 persen, KSAD Andika Perkasa 6,1 persen, Ketua Umum PAN 5,9 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 5,86 persen, KSAL Yudo Margono 5,82 persen dan Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel 5,79 persen.

Survei ini dilaksanakan pada 2–10 Juli 2021 dengan melibatkan 130 pakar/public opinion makers.

Metode yang dipakai adalah purposive sampling, yakni sampling diambil tidak secara acak dan sesuai dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya