Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Kekuatan Asing Yang Dikatakan Prabowo Adalah Fakta

SABTU, 10 JULI 2021 | 03:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kekayaan alam Indonesia yang selalu diganggu oleh kekuatan asing bukanlah omong kosong belaka. Apa yang disampaikan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto soal gangguan asing sudah terjadi sejak lama.

"Apa yang dikatakan oleh Prabowo itu adalah fakta," kata pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (10/7).

Baca: Prabowo Subianto: Indonesia Selalu Diganggu Kekuatan Asing


Indonesia, kata dia, terkenal dengan kekayaan sumber daya alam. Hal ini sudah menjadi daya tarik asing sejak lama untuk menjalankan praktik kolonialisme.

"Dan sekarang, asing melakukan sphere of influence terhadap Indonesia, bahkan politik adu domba demi merebut kekayaan bangsa kita," tegasnya.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini Indonesia seakan terlalu tergantung pada utang dan investasi asing. Hal inilah yang seharusnya diubah para pemangku kebijakan.

"Saat ini, peluang ekonomi orang Indonesia lebih kecil daripada orang asing. Konsekuensinya, akses terhadap peluang ekonomi dan pemberdayaan masih jadi kendala terbesar rakyat sampai sekarang," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya