Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan saat diwawancarai oleh Deddy Corbuzier dalam acara Corbuzier Podcast yang diunggah di akun YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa, 6 Juli/Repro

Politik

Luhut Pandjaitan: Untung Ada Pak Jokowi, Ke Depan Belum Tau Gimana

KAMIS, 08 JULI 2021 | 14:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo membuat salut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menganggap Indonesia beruntung mempunyai sosok pemimpin seperti Jokowi yang dia anggap berani dan bertanggung jawab.

Luhut menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh Deddy Corbuzier dalam acara Corbuzier Podcast yang diunggah di akun YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa (6/7).


Mulanya Deddy menyampaikan keluhan masyarakat yang merasa kesal karena di saat kondisi pandemi Covid-19 bantuan sosial (bansos) malah dikorupsi. Sehingga, masyarakat merasa dirugikan sementara pemerintah diuntungkan.

"Tapi kan kita untung ada seperti Pak Jokowi," ujar Luhut dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).

Deddy lantas mempertanyakan definisi untung yang dimaksud oleh Luhut.

Dalam jawabannya, Luhut mengatakan bahwa Jokowi tidak menyontoh pemimpin yang tidak benar. Karena dimatanya, sosok mantan Wali Kota solo itu adalah pemimpin yang sederhana, kerja keras, bertanggung jawab, dan jujur.

"Jadi sekarang, karena presidennya gak maling ya kita pun mikir-mikir kalau mau maling, katakanlah begitu. Kenapa? malu dong, pemimpinnya sederhana, kerja keras, maunya benar, tanggung jawab. Mau cari dari mana kaya gitu? Berani," ungkapnya.

Sebagai mantan prajurit TNI, Luhut bahkan mengaku tidak menemukan sosok pemimpin seperti Jokowi.

"Kan saya tentara, saya tau. Banyak mantan komandan saya, dan saya lihat, wah ini style-nya Pak Jokowi ini something. Saya pernah ngomong gitu, Bapak (Jokowi) harusnya masuk Kopassus," tuturnya.

Meskipun sebagai pensiunan Jenderal Bintang empat, Luhut tetap merasa sebagai bawahan Jokowi. Ia mengaku bahwa dirinya selalu menjalankan sistem yang ada.

Jika tidak suka dengan sistem yang ada sekarang, Luhut memastikan dirinya akan mengambil sikap. Yakni akan keluar dari kabinet atau hanya diam.

Menyambung pernytaan dari Luhut yang seperti itu, Deddy kemudian menegaskan bahwa jika Presidennya bukan Jokowi, maka belum tentu Indonesia seberuntung sekarang.

Luhut pun menjawab "yes". Karena menurutnya, proses pengambilan keputusan oleh Jokowi bisa cepat dan berani.

"Saya berapa kali testing kok. Kan saya lebih tua dari presiden dari segi umur, mohon maaf ya bukan apa-apa. Tapi saya lihat, wah ini Presiden boleh, berani, 'enggak apa-apa Luhut, kerjain aja saya tanggung jawab'. Itu satu bentuk pemimpin yang menurut saya kita patut contoh," terang Luhut.

Karena itu, mantan Menko Polhukam ini mengaku tidak mempunyai kepentingan pribadi selama duduk di kabinet Jokowi. Karena menurutnya, sosok presiden selama ini tidak punya kepentingan pribadi, sehingga tidak berani bermain-main.

"Ya kalau menurut saya bukan lumayan banget, ya kita untung ada seperti pak Jokowi. Ke depan kita belum tau nih gimana," katanya.

Kendati begitu, Luhut tak memungkiri bahwa seorang Jokowi juga mempunyai hal yang negatif.

"Pasti ada negatifnya, masa enggak ada negatifnya. Ada dong. Ya paling tidak enggak bisa gemuk-gemuk lah badannya," kelakar Luhut menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya