Berita

Ilustrasi Lockdown/Repro

Politik

Jaring Pengamanan Pelaku Usaha Disiapkan Sandiaga Jika Terjadi Lockdown

RABU, 23 JUNI 2021 | 14:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ancang-ancang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif seiring ramainya desakan untuk karantina wilayah secara ketat hingga lockdown di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.

"Jika lockdown dilakukan, tentu kami akan lakukan langkah-langkah di Kemenparekraf untuk mematuhi dan menyiapkan kepatuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Rabu (23/6).

Tidak hanya menyiapkan kepatuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga juga akan aktif memberikan jaring pengaman berupa bantuan sosial yang ditujukan kepada pelaku parekraf.


"Kami akan genjot program-program intervensi dari segi bantuan sosial. Adapun bantuannya berupa dana hibah pariwisata dan ekonomi kreatif, bantuan permodalan, bantuan insentif, bantuan likuiditas," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini ingin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap mampu bertahan, meski kkebijakan yang dikeluarkan berupa lockdown.

"Dan, dana-dana pemulihan ekonomi nasional agar bisa membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bertahan di tengah memasuki periode seandainya pemberlakuan lockdown dilakukan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya