Berita

Mobil yang dikendarai Mara Salem Harahap saat ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal/Net

Politik

Sikap Komnas Ham Dipertanyakan, Cepat Di Isu TWK Tapi Lambat Soal Penembakan Wartawan Sumut

SENIN, 21 JUNI 2021 | 20:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komunikolog Politik Tamil Selvan mempertanyakan sikap Komnas HAM yang sangat lamban terhadap peristiwa penembakan yang berujung tewasnya wartawan media lokal di Simalungun, Sumatera Utara Mara Salem Harahap sementara cepat dengan isu Test Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 pegawai KPK.

Padahal menurut Tamil, banyak pihak yang mendorong agar Komnas HAM turun tangan, juga ada beberapa yang meminta Komnas HAM membentuk tim pencari fakta dalam kasus penembakan itu.

"Namun hingga hari ini saya tidak melihat ada tanggapan atau respon dari Komnas HAM untuk kasus tersebut," kata Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/6).


Hal ini, kata Tamil, sangat berbanding terbalik dengan respon KPK yang sangat cepat dengan isu tidak lolosnya 75 pegawai KPK terhadap TWK. Tamil sangat menyayangkan Komnas HAM sangat sigap dalam isu tersebut hingga melayangkan surat panggilan terhadap pimpinan KPK.

"Yang menurut saya tidak pada tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari Komnas HAM," sesal Ketua Umum Forum Politik Indonesia (FPI) itu.

Untuk itu, Tamil menyarankan agar Komnas HAM berbenah diri lantaran dianggap politis karena lambat merespon kasus yang menghilangkan nyawa namun cepat pada kasus yang sebetulnya masih dalam perdebatan.

Mara Salem Harahap, pemimpin redaksi (Pemred) media online LasserNewsToday itu ditemukan tewas di dalam mobil yang dikendarainya, tak jauh dari kediamannya di Karang Anyer Kabupaten Simalungun dengan luka tembak di kaki hingga nyaris menembus kemaluan. Mara ditembak orang tak dikenal saat akan kembali ke rumah usai melakukan kegiatan jurnalistik pada Jumat malam (18/6).

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh menghimbau agar seluruh komunitas pers di Sumatera Utara memberi perhatian dan mengawal kasus tewasnya Mara Salem Harahap dengan secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkap fakta terhadap peristiwa ini.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik,” ujar M.Nuh.

Disisi lain, Dewan Pers menghimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti telah diatur dalam UU 40/1999 Tentang Pers dan Peraturan Dewan Pers.

“Hal yang tidak kalah penting, Dewan Pers menghimbau agar segenap unsur pers nasional untuk senantiasa mengedepankan keselamatan diri dan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan,” demikian M.Nuh.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya