Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gubernur Copras Capres Saat Covid Tinggi, Arief Poyuono: Udah Pada Gila Kali Ya

SABTU, 19 JUNI 2021 | 19:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Lembaga Pemantau Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN), Arief Poyuono geram dengan kepala daerah (gubernur) yang di saat bersamaan lonjakan kasus Covid-19 meningkat, justru sibuk pencitraan capres 2024.

"Ini semuanya sudah pada gila kali ya," kata Arief melalui sebuah rekaman video yang diunggah di Youtube, Sabtu (19/6).

Menurut Arief, para gubernur yang justru sibuk dengan agenda pilpres dianggap tidak empati di saat negara tengah menghadapi ancaman virus corona, dan masyarakat susah akibat pandemi. Banyak warung kecil tutup, perusahaan besar bangkrut dan PHK akibat ekonomi terpuruk.


"Ini gila banget gubernur-gubenur di Jawa ini. Pada ribut copras capres, pencitraan saja. Tolong urusin itu Covid-19 agar penyebarannya berkurang," sindir Arief.

"Sadar gituloh, sadar akan tugasnya, ketika dipilih rakyat," tekan Arief melanjutkan.

Arief juga menyentil para buzzer masing-masing gubernur yang kebelet menjadi Presiden untuk sadar.

"Lhiat gubernur di luar Pulau Jawa, enggak ada yang ribut copras capres tuh. Jadi jangan copras capres, tapi covidnya naik. Malu tau," ucap Arief, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya