Berita

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Seno Aji/Rep

Politik

Seno Aji: Kabar Hoax Yang Beredar Massif Akan Berujung Pembenaran, Bahaya!

SABTU, 19 JUNI 2021 | 11:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Satu berita atau kabar yang memuat informasi bohong (hoax) dan tersebar secara massif bisa berujung pada satu pembenaran sosial.

Begitu dikatakan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Seno Aji dalam Dialog Publik dengan tema "Peran Media dan Dunia Pendidikan Menangkal Berita Hoax dan Radikalisme", Sabtu (19/6).

Selain ada di beberapa media terutama media online, kata Seno, kabar bohong belakangan ini massif disebarkan oleh pendengung (buzzer) di media sosial.


"Kalau hoax oleh satu media kemudian disebarkan oleh beberapa media atau disebarkan buzzer-buzzer, yang ada sebuah berita bohong dengan disebarkan luar biasa, akan menjadi pembenaran, bukan kebenaran," kata Seno.

Massifnya penyebaran hoax, kata politisi Partai Gerindra itu, juga menjadi satu hal yang ditakuti kalangan wakil rakyat di daerah.

Pasalnya, ketika satu hoax yang beredar massif lalu "diaminkan" oleh sebagian masyarakat, maka akan diasumsikan kabar tersebut adalah informasi yang benar.

"Teman-teman di dewan apalagi saya di pusaran politik banyak sekali berita yang sebenarnya tidak benar, tetapi karena pemberitaan yang terus-menerus maka berita tersebut seolah-olah menjadi benar," ucap Seno Aji.

Selain Seno Aji, pembicara dialog secara virtual itu adalah, Wakil Rektor I IKIP PGRI Kalimantan Timur Elbadansyah, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat Teguh Santosa, dan Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya