Berita

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin saat memberikan sambutan pada acara Penutupan Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Abad ke-21, di Universitas Pertahanan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 18 Juni/Repro

Politik

Wapres Minta Penguatan Sektor Pertahanan Dan Keamanan Untuk Hadapi Tantangan Global

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tantangan global yang dialami berbagai negara dalam konteks pertahanan dan keamanan ikut diantisipasi pemerintah Indonesia.

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, meminta adanya penguatan pada sektor pertahanan dan keamanan, guna menghadapi tantangan-tantangan pertahanan dan keamanan, baik dari aspek militer, nonomiliter maupun hibrida.

Menghadapi kasus global yang belum menunjukkan penurunan secara signifikan, maka peran sektor pertahanan dan keamanan menjadi semakin penting untuk diperkuat, ujar Maruf pada acara Penutupan Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Abad ke-21, di Universitas Pertahanan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6).


"Berbagai kemungkinan harus mampu diantisipasi untuk melindungi segenap bangsa, negara, dan seluruh warganya,"tambahnya dihadapan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang ikut hadir di dalam acara.

Salah satu upaya untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan tersebut, lanjut Maruf, dapat dilakukan melalui pemberian pembekalan kepada seluruh komponen bangsa. Hal itu diperlukan untuk berkolaborasi secara efektif dalam menghadapi tantangan.

"Segenap komponen bangsa baik pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, dan seluruh masyarakat perlu mendapatkan pembekalan agar memiliki kesiapsiagaan dan kewaspadaan," ungkapnya.

Menurut eks Ketua Majelis Ulama Indonesia ini, segala ancaman dan tantangan yang muncul bisa dihadapi dengan baik jika dilakukan secara kolaboratif. Termasuk dalam hal kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman.

Namun begitu, Maruf menuturkan bahwa upaya kolaboratif harus diimbangi dengan inovasi kreativitas yang tinggi, agar sumber daya nasional yang dimiliki, meskipun terbatas, dapat diberdayakan secara efektif dan efisien.

Eks Rais Aam PBNU ini menyebutkan satu instrumen yang bisa dijadikan acuan dalam memperkuat sistem pertahanan Indonesia dalam emnghadapi tantangan. Yaitu, Peraturan Pemerintah (PP) 3/2021 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

"Berbagai komponen tersebut diharapkan menjadi bagian dari suatu mekanisme dan garda terdepan di masyarakat dalam melindungi dan mencegah infiltrasi nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, seperti intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme," tuturnya.

Lebih lanjut, Maruf Amin berharap Konferensi Nasional Sishankamrata Abad ke-21 yang digelar sejak tanggal 14-18 Juni ini bisa menghasilkan buah pikiran yang bisa dilakukan untuk memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.

"Dokumen hasil konferensi ini bernilai sangat strategis dalam mendorong gerakan berskala nasional untuk mengoptimalkan implementasi dari sishankamrata menghadapi ancaman terhadap NKRI di abad ke-21," ungkapnya.

"Saya minta agar apa saja yang sudah dirumuskan tersebut, jangan sampai hanya menjadi dokumen di atas meja, namun dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi NKRI," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya