Berita

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto/Net

Politik

Sama Seperti Anies, Bima Arya Umumkan Kota Bogor Dalam Kondisi Genting

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 20:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengumuman seperti yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Pengumuman tersebut terkait dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor yang semakin mengkhawatirkan.

"Warga Kota Bogor tercinta, situasi Kota Bogor dalam hal Covid-19, hari ini, genting dan harus kita sikapi dengan serius. Karena itu, kita melakukan beberapa langkah berdasarkan data yang ada," ujar Bima Arya kepada wartawan, Kamis (17/6).


Bima menerangkan, angka keterisian tempat tidur sudah berada di ambang batas yang cukup tinggi dari pekan lalu yang hanya 20 persen. Di mana sekarang bed occupancy rate (BOR) sudah mencapi 60 persen.

Bahkan kini, jumlah pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, tempat tidur yang terisi sudah mencapai 75 persen. Sementara pasien positif Covid-19 masih bertambah.

"Saya minta RSUD untuk menambah (ketersedian) tempat tidur hingga 138 (unit)," tuturnya.

Untuk hari ini, Bima mendapat laporan bahwa jumlah tambahan pasien Covid-19 di Kota Bogor mencapai rekor tertinggi. Yaitu hingga 204 kasus, sementara rekor sebelumnya terjadi pada Februari lalu sekitar 180-an tambahan kasus dalam sehari.

"Kita pun antisipasi bahwa varian baru telah masuk di Jakarta, dan konektivitas antara Bogor dan Jakarta itu sangat erat. Sehingga amat mungkin apabila kita tidak berwaspada, maka varian baru akan ada di antara kita atau bahkan sudah ada," demikian Bima Arya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya