Berita

Ilustrasi gedung DPR RI/Net

Nusantara

Anggota Hingga OB Di Komisi I DPR Positif Covid-19, Prokes Bakal Diperketat

RABU, 16 JUNI 2021 | 12:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi I DPR RI memberlakukan lockdown dan sterilisasi ruangan setelah sejumlah anggota, staf, hingga office boy (OB) dinyatakan positif Covid-19.

Dijelaskan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, proses sterilisasi tidak hanya dilakukan di Komisi I, melainkan juga di ruangan komisi lainnya.

Setelah temuan kasus di Komisi I tersebut, DPR RI akan meningkatkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.


"Pada Bamus besok kita akan ambil langkah-langkah kemungkinan untuk kembali lagi pada prokes yang tinggi," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senatan, Jakarta, Rabu (16/6).

Salah satu prokes yang diterapkan ialah mengenai kehadiran secara fisik anggota di dalam rapat-rapat komisi. Di mana persentase kehadiran secara fisik akan dikurangi.

"Persentase kehadiran yang datang maupun virtual itu lebih banyak yang virtual," pungkasnya.

Komisi I DPR RI memutuskan melakukan lockdown usai mendapati sejumlah anggotanya positif terpapar Covid-19.

Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almasyhari, Selasa (15/6). Sejak Senin, Selasa, dan Rabu pekan ini ruangan Komisi I dikosongkan untuk dilakukan sterilisasi, kata dia.

"Komisi I sedang lockdown. Ada beberapa anggota, tenaga ahli, dan staf, juga OB yang positif Covid-19," jelas Abdul Kharis.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya