Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/Net

Politik

Hadiri Panggilan Komnas HAM Bukti KPK Bisa Bersinergi Dengan Lembaga Lain

SELASA, 15 JUNI 2021 | 22:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pimpinan KPK telah menyepakati untuk memenuhi panggilan Komnas HAM terkait kasus tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dilaporkan Novel Baswedan dan kawan-kawan.

Kehadiran KPK yang diagendakan pada Kamis mendatang (17/6) ini pun menjadi bukti lembaga antirasuah bisa bersinergi dengan lembaga lain.

"Kalau KPK tetap hadir tidak jadi masalah, ini sesuai undang-undang jadi lembaga manapun harus bersinergi, termasuk Komnas HAM dan KPK," ujar Direktur Institute of Democracy and Education (IDE), Gugun Gumilar kepada wartawan, Selasa (15/6).


Gugun mengatakan, seharusnya ketidakhadiran pimpinan KPK saat pemanggilan Komnas HAM pertama kali tak perlu dipermasalahkan.

"Kalau awalnya tak hadir mungkin ada alasan mempersiapkan jawaban. Jadi KPK tetap maju terus, jangan sampai disetir pihak manapun, kita mendung kepemimpinan Pak Firli," jelasnya.

Gugun juga meminta agar 51 pegawai KPK yang tidak lulus tes TWK untuk berlapang dada atas keputusan tersebut. Sebab seluruh proses telah mengikuti kaidah yang ditetapkan dan sesuai dengan transparansi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kita dukung kebijakan KPK karena kalau dilebur pun tidak bisa. Karenanya harus diperkuat mungkin, salah satunya pengangkatan ASN ini harus terus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya