Berita

Aksi solidaritas bersama bangsa Palestina di Paris, Prancis pada Sabtu, 22 Mei 2021/EPA-EFE

Dunia

Aksi Solidaritas Palestina Di Prancis, Pengunjuk Rasa: Penjajah Masih Ada Di Sana

MINGGU, 23 MEI 2021 | 08:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dukungan untuk warga Palestina terus mengalir dari publik di berbagai belahan dunia melalui aksi-aksi solidaritas damai.

Seperti ribuan warga Prancis yang berkumpul di Paris dan kota-kota lainnya pada Sabtu (22/5) untuk memberikan dukungan mereka kepada Palestina usai dibombardir serangan Israel selama 11 hari.

Dikutip dari AFP, sekitar 4.000 orang diperkirakan menghadiri aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis itu.


Mereka menyerukan berbagai slogan, seperti "Palestina akan hidup, Palestina akan menang", "Israel pembunuh, kaki tangan Macron", hingga "Kami semua orang Palestina".

"Gencatan senjata tidak menyelesaikan pertanyaan. Pertarungan ini menyangkut semua orang yang terikat pada nilai-nilai keadilan, martabat dan hukum," kata presiden Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis Bertrand Heilbronn.

Aksi protes juga digelar di kota Strasbourg di Prancis timur, Lille utara, Toulouse, dan Montpellier di selatan.

"Warga Palestina memiliki hak untuk hidup damai dan bernegara. Israel telah merampas hak dan rumah kami. Saya orang Palestina tetapi saya tidak lagi memiliki hak untuk pergi ke sana, keluarga saya telah kehilangan segalanya," kata Imad Deaibis di Strasbourg.

Israel dan Hamas sendiri telah mencapai gencatan senjata yang diberlakukan sejak Jumat (21/5). Meski begitu, aparat keamanan Israel dilaporkan menggunakan kekerasan terhadap warga Palestina ketika mereka melakukan aksi unjuk rasa di kompleks Masjid Al Aqsa pada hari yang sama.

"Sekalipun pemboman telah berakhir, penjajah masih di sana. Penduduk Sheikh Jarrah masih menghadapi ancaman pengusiran dan Jalur Gaza diblokade," kata Wael, seorang demonstran berusia 28 tahun dengan bendera Palestina digantung di sekeliling bahunya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya