Berita

Kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh/Net

Dunia

Bangladesh Lockdown Lima Kamp Pengungsi Rohingya

JUMAT, 21 MEI 2021 | 10:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bangladesh mengunci lima kamp pengungsian Rohingya setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

Wakil komisaris pengungsi Bangladesh Shamsud Douza mengatakan, kuncian termasuk larangan pertemuan dan pergerakan antar kamp.

"Kami memberlakukan pembatasan mulai hari ini setelah lonjakan mendadak kasus virus corona di lima kamp," ujarnya, seperti dikutip AFP.


Pihak berwenang Bangladesh telah mendirikan 34 kamp untuk hampir 900 ribu pengungsi Rohingya. Mereka termasuk sekitar 740.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari serangan militer Myanmar yang mematikan pada Agustus 2017.

Douza mengatakan pekerja bantuan telah dibatasi di kamp, ​​hanya memungkinkan sedikit orang yang bekerja di bidang kesehatan, distribusi makanan dan gas untuk masuk.

Pada Rabu (20/5), Bangladesh mencatatkan rekor kasus Covid-19 di kamp Rohingya, yaitu 45 orang dinyatakan positif dari 247 yang dites.

"Kelima kamp telah ditutup sepenuhnya," kata koordinator kesehatan setempat Toha Bhuiyan.

Seorang pekerja bantuan internasional mengatakan pihak berwenang telah menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan orang-orang di kamp tentang pembatasan tersebut.

Seorang perwira polisi senior mengatakan pihak berwenang telah meningkatkan keamanan dan mendirikan pos pemeriksaan di permukiman tersebut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya