Berita

Ketua MUI Miftachul Akhyar/Net

Dunia

Pernyataan KH. Miftachul Akhyar Soal Palestina Disalahpahami, Begini Klarifikasi MUI

KAMIS, 20 MEI 2021 | 17:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Majelis Umum Indonesia (MUI) memberikan klarifikasi atas munculnya pemberitaan pernyataan Ketua MUI KH Miftachul Akhyar yang disalahartikan.

Dalam sejumlah pemberitaan acara "Musahabah Penghujung Ramadhan Darurat Al Aqsa" pada 12 Mei lalu, Kiai Miftach, sapaannya, disebut meminta bangsa Palestina untuk berintrospeksi diri atas situasi yang terjadi saat ini.

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah menjelaskan, pernyataan tersebut telah disalahpahami.


Dalam kesempatan tersebut, Buya Amirsyah mengatakan, Kiai Miftach mengajak bangsa Palestina dan segenap dunia Islam untuk berinterospeksi, mengapa perjuangan memerdekakan Palestina belum juga membuahkan hasil memuaskan.

“Saya kira pernyataan Kiai Miftach diberitakan secara tidak utuh sehingga menimbulkan salah tafsir,” ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/5).

Buya Amirsyah menuturkan, introspeksi yang dimaksud tidak khusus ditujukan kepada bangsa Palestina saja, namun juga tanggung jawab dunia Islam. Sebab setiap tahun umat Islam memperingati bulan Rajab dengan Isra Miraj, ironisnya, simbol Isra Miraj sekaligus bukti mukjizat Nabi Muhammad SAW, yaitu Masjid Al Aqsa, masih dalam genggaman Israel.

Khusus kepada Palestina, mengingat perwakilannya hadir dalam acara tersebut, ia mengatakan, Kiai Miftach meminta agar pertikaian yang ada, khususnya antara dua faksi terbesar, yaitu Fatah dan Hamas, lekas disudahi.

Lantaran, ia mempertanyakan, bagaimana sebuah perjuangan bisa menang jika secara internal terpecah dan bertikai. Persatuan juga bisa menepis bahwa perjuangan bangsa Palestina selama ini hanya dimanfaatkan.    

Namun Buya Amirsyah menyoroti pernyataan tersebut disalahpahami dan dianggap sebagai bentuk menyalahkan dan nihilnya dukungan serta empati terhadap bangsa Palestina.

Padahal, menurut Buya Amirsyah, dukungan terhadap bangsa Palestina oleh Kiai Miftach tidak pernah berubah.

“Demikian juga MUI sebagai lembaga, kami tetap mendukung kemerdekaan bangsa Palestina,” tegasnya.

Ia menegaskan, tidak ada maksud Kiai Miftach, untuk mendiskreditkan perjuangan rakyat Palestina. Sebaliknya Kiai Miftach ingin agar derap langkah bangsa Palestina dan segenap dunia Islam, semakin kuat dengan evaluasi dan penyiapan langkah-langkah strategis.

“Ini sebenarnya inti dari pidato Kiai Miftach,” ujar Buya Amirsyah.

Lebih lanjut, Buya Amirsyah mengajak umat Islam di Indonesia untuk tetap fokus membantu Palestina baik berupa dukungan dana atau pun doa.

Dia mengingatkan agar umat bersatu dan tidak saling menuding satu dan lainnya terkait isu Palestina. Sebab bagaimana pun, persatuan umat Islam, menjadi modal utama dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya