Berita

Protes anti-kudeta militer di Myanmar/Net

Dunia

Ikut Protes Damai Anti-Kudeta, Dua Diplomat Myanmar Di Tokyo Dipecat

KAMIS, 20 MEI 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta militer telah memecat dua diplomat di Kedutaan Besar Myanmar di Tokyo lantaran ikut memprotes kudeta.

Dua diplomat tersebut merupakan Aung Soe Moe dan seorang rekan juniornya. Mereka dipecat usai melakukan mogok kerja untuk memprotes pemerintahan junta.

Menurut Kyodo News pada Kamis (20/5), keduanya tidak mengundurkan diri tetapi status diplomatik dan paspor mereka dicabut, dan tinggal di Tokyo dengan bantuan warga Myanmar lainnya.


Kedua diplomat itu meninggalkan kompleks kedutaan pada 11 Maret, beberapa hari setelah mengunggah di Facebook untuk mendukung protes damai anti-junta.

Jurubicara pemerintah Jepang, Katsunobu Kato mengatakan, kedutaan Myanmar telah memberi tahu kementerian luar negeri Jepang bahwa visa diplomatik untuk keduanya itu tidak lagi berlaku.

"Kementerian luar negeri sedang mempelajari tanggapan seperti apa yang tepat, dengan mempertimbangkan situasi Myanmar saat ini," tambah Kato.

Mereka hanya dua di antara sekitar 100 diplomat Myanmar di seluruh dunia yang dipecat karena menentang junta.

Pada bulan April, diplomat pro-junta merebut kedutaan Myanmar di London, setelah dutabesar sebelumnya menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi.

Diplomat Myanmar lainnya termasuk di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan di Berlin juga menghadapi ancaman serupa, pemecatan atas protes mereka.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya