Berita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong agar ribuan penyuluh pertanian dapat diangkat menjadi ASN/Ist

Nusantara

Kementan Terus Dorong Ribuan Penyuluh Pertanian Diangkat Jadi ASN

KAMIS, 20 MEI 2021 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Pertanian mendorong agar Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) dapat diangkat menjadi ASN PPPK.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya telah mengusulkan formasi sebanyak 7.684 orang penyusul THL-TPBB yang berusia kurang dari 35 tahun kepada Kementerian PAN-RB.

Tugas THL-TPBB sendiri mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan usaha tani, mulai dari hulu sampai hilir, serta dengan melakukan inovasi teknologi yang tepat guna dan dapat berjalan dengan baik yang dapat meningkatkan produksi produktivitas pendapatan petani beserta keluarganya.


Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, masih diperlukan 74 ribu orang penyuluh pertanian jika disesuaikan dengan jumlah desa potensi pertanian.

"Oleh sebab itu, kita telah dilakukan rekruitmen THL-TBPP tahun 2007 hingga 2009 sebanyak 26 ribu orang," ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (20/5).

Jika berlandaskan Peraturan Menteri PAN-RB No. 8/2016, Dedi menjelaskan, maka pengangkatan THL-TBPP dimungkinkan.

Pada tahap seleksi awal melalui pelaksanaan CAT tanggal 3 hingga 6 Oktober 2016, totalnya terdapat 6.058 THL-TBPP yang berpartisipasi.

Dari formasi 6.058 orang THL-TBPP, sebanyak 6.033 orang telah ditetapkan menjadi CPNS sesuai Surat Edaran Kepala BKN Nomor K-26-30/52-4/99 tanggal 28 April 2017. Sedangkan 25 orang tidak dapat diproses karena pendidikannya tidak linier dengan persyaratan, yaitu bidang pertanian.

Sementara bagi THL-TBPP yang berusia di atas 35 tahun diarahkan pada formasi PPPK sesuai amanah Peraturan Pemerintah No. 49/2018.

“Kementerian Pertanian sendiri telah mengusulkan Jabatan Penyuluh Pertanian sebanyak 17.691 orang THL lingkup Kementerian Pertanian untuk formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK. Dari hasil validasi ternyata yang memenuhi persyaratan sebanyak 14.924 orang," jelas Dedi.

Untuk menindaklanjuti kebijakan Kementerian PAN-RB, maka pemda telah melaksanakan proses seleksi PPPK termasuk penyuluh pertanian di 21 Provinsi dan 34 Kabupaten/Kota pada tanggal 23 hingga 24 Februari 2019.

Jumlah peserta pendaftar seleksi sebanyak 14.274 orang dan yang lulus verifikasi sebanyak 11.965 orang sesuai Peraturan Menteri PAN-RB No. 4/2019.

“Penyuluh pertanian yang lolos passing grade sebanyak 11.670 orang (98 persen). Percepatan Pengangkatan THL-TB Sebagai ASN PPPK Penyuluh Pertanian, Sampai saat ini Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP masih mengalokasikan Honorarium, BOP dan BPJS Ketenagakerjaan bagi THL-TB Penyuluh Pertanian," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya