Berita

Anggota parlemen AS dari Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez/Net

Dunia

Legislator Demokrat Bawa Resolusi Hentikan Penjualan Senjata AS Ke Israel

KAMIS, 20 MEI 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah anggota parlemen Demokrat mengupayakan langkah untuk memblokir kesepakatan penjualan senjata senilai 735 juta dolar dari Amerika Serikat (AS) ke Israel.

Upaya tersebut dibuktikan dengan resolusi yang dipelopori oleh anggota progresif Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, bersama perwakilan Mark Pocan dan Rashida Tlaib.

Resolusi tersebut bertujuan untuk melarang penjualan senjata senilai 735 dolar AS, terdiri dari sebagian besar Joint Direct Attack Munitions yang dapat mengubah bom menjadi senjata berpemandu presisi.


"Selama beberapa dekade, AS telah menjual miliaran dolar persenjataan ke Israel tanpa pernah mengharuskan mereka untuk menghormati hak-hak dasar Palestina. Dengan melakukan itu, kami secara langsung berkontribusi pada kematian, perpindahan dan pencabutan hak jutaan orang," ujar Ocasio-Cortez dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Anadolu Agency.

"Pada saat begitu banyak orang, termasuk Presiden (Joe) Biden, mendukung gencatan senjata, kita seharusnya tidak mengirimkan persenjataan 'serangan langsung' ke Perdana Menteri Netanyahu untuk memperpanjang kekerasan ini," tambahnya.

Namun upaya penolakan tersebut hampir dipastikan akan gagal lantaran periode peninjauan kongres untuk kesepakatan tersebut mencapai tenggat waktu pada Jumat (21/5).

Namun Ocasio-Cortez mengatakan, anggota Kongres masih dapat menghentikan atau mengubah penjualan setelah periode peninjauan berakhir hingga titik pengiriman.

Pada 5 Mei, Biden telah menyetujui penjualan senjata, namun serangan Israel ke Jalur Gaza membuat kesepakatan tersebut banyak ditentang, termasuk oleh Demokrat.

Selama pembicaraan dengan Netanyahu pada Rabu (19/5), Biden mengharapkan Israel dapat menurunkan serangan militernya ke Jalur Gaza dan mencapai gencatan senjata.

Tetapi Netanyahu tampaknya telah mengesampingkan permintaan Biden. Lantaran tidak lama setelah pembicaraan dengan Biden, ia menyatakan tekad untuk melanjutkan serangan. Netanyahu mengatakan serangan itu akan bergerak maju untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan ke Israel.

Hingga 19 Mei setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita, dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei.

Serangan roket dari Jalur Gaza juga sudah menewaskan 12 warga Israel.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya