Berita

Militer Spanyol dan migran di perbatasan/Net

Dunia

Spanyol Kirim Pasukan Militer Ke Perbatasan Demi Halau 8.000 Migran Afrika

RABU, 19 MEI 2021 | 11:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Spanyol mengirim pasukan militer ke Ceuta, setelah lebih dari 8.000 migran memasuki perbatasan dari pos terdepan di Afrika Utara.

Otoritas Spanyol mengatakan pihaknya mengirim pasukan, truk, dan helikopter militer untuk membendung kedatangan migran. Sebanyak 8.000 migran termasuk setidaknya 2.000 anak di bawah umur dan lebih dari 4.000 orang telah dikirim kembali.

"Kami akan memulihkan ketertiban di kota dan perbatasan," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip UPI, Rabu (19/5).


Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaksa pada Selasa (18/5) mengatakan bahwa Ceuta, kota pelabuhan yang berbatasan dengan Maroko dan dipisahkan dari sisa Spanyol oleh Laut Mediterania, "adalah Spanyol seperti Madrid, Seville atau Barcelona".

Migran mulai tiba di Ceuta dalam jumlah besar pada Senin (17/5). Banyak yang berenang di sekitar pemecah gelombang atau mendayung perahu darurat ke pantainya, sementara yang lain mengarungi perairan saat air surut atau memanjat pagar keamanan.

Lonjakan kedatangan tersebut melebihi jumlah migran yang berusaha menyeberang ke Ceuta selama sisa tahun ini.

Pejabat Palang Merah mengatakan mereka "benar-benar" kewalahan dengan kedatangan, karena banyak migran membutuhkan perawatan untuk hipotermia. Otoritas Spanyol mengatakan setidaknya satu migran tewas saat melintasi perbatasan.

Masuknya migran terjadi di tengah bentrokan diplomatik antara Spanyol dan Maroko setelah pemimpin Front Polisario, Brahim Ghali, menerima perawatan medis di Spanyol sejak bulan lalu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya