Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Buat Komentar Anti-Semit, Erdogan Dikutuk AS

RABU, 19 MEI 2021 | 08:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengutuk pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai orang Yahudi yang dianggap sebagai komentar anti-Semit.

"AS mengutuk keras komentar anti-Semit Presiden Erdogan baru-baru ini tentang orang-orang Yahudi dan menganggapnya tercela," ujar jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price pada Selasa (18/5).

"Kami mendesak Presiden Erdogan dan para pemimpin Turki lainnya untuk menahan diri dari komentar yang menghasut, yang dapat memicu kekerasan lebih lanjut. Kami meminta Turki untuk bergabung dengan AS dalam bekerja untuk mengakhiri konflik," tambahnya, seperti dikutip Sputnik.


Price mengatakan AS berkomitmen untuk memerangi anti-Semitisme dalam segala bentuknya dan menganggap serius kekerasan yang sering menyertai anti-Semitisme.

Pada Jumat pekan lalu (14/5), Erdogan menyebut Israel sebagai negara teroris lantaran serangan udaranya menargetkan tempat-tempat suci dan bahkan sekolah di Jalur Gaza.

Ia juga mengkritik mengibaran bendera Israel di berbagai gedung pemerintahan di Wina, Austria.

"Negara bagian Austria sedang mencoba untuk membuat Muslim membayar harga untuk orang Yahudi yang menjadi sasaran genosida," ujarnya.

Kemudian Kementerian Federal Austria untuk Urusan Eropa dan Internasional memanggil Dutabesar Turki Ozan Ceyhu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya