Berita

Pasien Covid-19 di India/Net

Dunia

Berselisih Dengan Pemerintah, Kepala Penasihat Ahli Covid-19 India Mundur

SENIN, 17 MEI 2021 | 16:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ahli virologi India, Shahid Jameel, mengundurkan diri sebagai penasihat pemerintah setelah mengkritik penanganan Covid-19 oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Jameel merupakan kepala Konsorsium Genomik SARS-CoV-2 India atau INSACOG. Konsorsium tersebut didirikan oleh pemerintah pada Desember 2020 untuk mengawasi laboratorium dan varian baru Covid-19.

Tidak diketahui alasan Jameel mengundurkan diri. Namun pada pekan lalu, ia membuat opini di New York Times terkait perlunya India meningkatkan tes Covid-19 dan memperketat karantina orang-orang yang terinfeksi.


"Tapi mereka (ilmuwan di India) menghadapi perlawanan keras kepala terhadap pembuatan kebijakan berbasis bukti. Pada 30 April, lebih dari 800 ilmuwan India mengajukan banding ke Perdana Menteri, menuntut akses ke data yang dapat membantu mereka mempelajari lebih lanjut, memprediksi dan mengekang virus ini," ujarnya di New York Times.

Menurut laporan media India, hubungan antara INSACOG dan pemerintah menjadi tegang setelah pemerintah mengabaikan peringatan dari INSACOG bahwa varian baru virus dapat memperburuk situasi wabah Covid-19 India.

Laporan media India juga mengkonfirmasi bahwa pendanaan pemerintah federal untuk INACOG telah dipotong dan kerjasama dengan konsorsium juga menurun.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya