Berita

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu/Net

Dunia

Kompak Kritik Normalisasi Dengan Israel, Iran-Turki: Rezim Kriminal Hanya Memahami Bahasa Perlawanan

SENIN, 17 MEI 2021 | 11:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berkumpul, bersama-sama memberikan kecaman dan kutukan kepada Israel yang sedang melancarkan agresi terhadap Palestina.

Mereka bertemu secara virtual dalam pertemuan luar biasa OKI atas permintaan Arab Saudi pada Minggu (16/5).

Dalam pertemuan tersebut, Otoritas Palestina (PA) diwakili oleh Menteri Luar Negeri Riad Malki. PA diketahui mengontrol Tepi Barat, sementara Jalur Gaza diperintah oleh Hamas.


"Kami menghadapi pekerjaan panjang. Itulah yang menjadi pangkal masalah. Kejahatan dilakukan terhadap Palestina tanpa konsekuensi," ujar Malki, seperti dikutip Sputnik.

“Penderitaan rakyat Palestina adalah luka berdarah dunia Islam saat ini,” kata Menteri Luar Negeri Afghanistan Mohammad Haneef Atmar.

Lewat pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyampaikan kritik kepada negara-negara Arab yang melakukan normalisasi dengan Israel.

"Pembantaian anak-anak Palestina hari ini mengikuti klaim normalisasi. Rezim kriminal dan genosida ini sekali lagi membuktikan bahwa sikap ramah hanya memperburuk kekejamannya," ujarnya.

“Jangan salah: Israel hanya memahami bahasa perlawanan dan rakyat Palestina berhak sepenuhnya atas hak mereka untuk membela diri,” tambah Zarif.

Melanjutkan pernyataan Zarif, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negara-negara yang menandatangani kesepakatan damai telah kehilangan kompas moral mereka.

"Jika ada pernyataan setengah hati dalam keluarga kita sendiri, bagaimana kita bisa mengkritik orang lain? Siapa yang akan menganggap serius kata-kata kita?" ujarnya.

Pada 2020, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil mendorong empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko, untuk mengakui Israel dalam kesepakatan damai.

Di dalam kesepakatan tersebut, Israel juga berjanji untuk menghentikan pencaplokan Israel atas sebagian Tepi Barat.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya