Berita

Penemuan mayat terduga Covid-19 banyak ditemukan di pinggiran Sungai Gangga, Uttar Pradesh, India/Net

Dunia

Temuan Mayat Covid-19 Di Sungai Gangga Kian Meresahkan, Pemerintah India Beri Dana Kremasi Bagi Keluarga Miskin

MINGGU, 16 MEI 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penemuan mayat di pinggiran Sungai Gangga semakin meresahkan warga India, dan akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah mayat ditemukan di pinggiran Sungai Gangga, khususnya di negara bagian Uttar Pradesh. Banyak dari mereka diketahui tewas akibat Covid-19.

"Pemerintah memiliki informasi bahwa jenazah mereka yng meninggal karena Covid-19 atau penyakit lainnya dibuang ke sungai alih-alih sesuai ritual yang tepat," ujar pejabat Uttar Pradesh, Manoj Kumar Singh, seperti dikutip The Hill, Minggu (16/5).


Pernyataan Singh merupakan pertama kalinya pemerintah secara resmi mengakui praktik yang mengkhawatirkan tersebut.

Singh, dalam dokumen pemerintah, menyebut banyak orang membuang mayat karena kekurangan dana untuk kremasi, karena alasan agama atau karena takut tertular virus corona.

Singh mengatakan, pihaknya akan memulai patroli polisi di sungai untuk mencari mayar. Pemerintah negara bagian juga akan memberikan 5.000 rupee kepada keluarga miskin untuk mengkremasi atau menguburkan mayat kerabat mereka dengan benar.

Biaya pemakaman dan upacara terakhir telah meningkat secara drastis karena ribuan orang meninggal akibat Covid-19 di India setiap harinya.

Dua pekan terakhir, India terus melaporkan lebih dari 4.000 kematian akibat Covid-19.

Meski menyampaikan kekhawatiran atas penemuan mayat di Sungai Gangga, pemerintah Uttar Pradesh membantah laporan yang menyebutkan terdpaat 2.000 mayat yang ditemukan di sungai.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya