Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Dunia

Kepada Jokowi, Pimpinan Hamas Minta Indonesia Mobilisasi Dukungan Politik Untuk Palestina

JUMAT, 14 MEI 2021 | 15:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengajak masyarakat indonesia untuk mengambil tindakan solidaritas atas situasi yang tengah terjadi di Palestina saat ini. Ia juga mendorong pemerintah Indonesia memobilisasi dukungan politik untuk Palestina.

Lewat surat yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo pada Senin (10/5) lalu, Haniyeh menyampaikan salam Ramadhan dan Idul Fitri kepada seluruh bangsa Indonesia.

"Kami menulis surat ini kepada Yang Mulia pada hari-hari penuh berkah di bulan suci Ramadhan ini, bulan solidaritas, kerja sama, dan kemenangan. Kami semua berharap dan percaya bahwa umat Islam akan menjadi seperti satu struktur konkret untuk berdiri bersama Yerusalem dan Masjid Al Aqsa yang diberkahi, untuk mengusir agresi dan kriminalitas pendudukan Israel, untuk mencegahnya melanjutkan terornya, untuk mengekang kawanan pemukimnya, dan untuk mendukung ketabahan dari orang-orang Yerusalem dan orang-orang Ribat ditempatkan di Masjid Al Aqsa untuk menjaganya," ujar Haniyeh dalam surat tersebut.


Ia mengatakan, bangsa Palestina telah menunjukkan ketabahan dan kesabaran selama lebih dari 50 tahun untuk mempertahankan tanah dan kesucian Yerusalem atas nama seluruh umat Islam.

Bangsa Palestina tidak akan menyerah dan akan terus melawan sampai pembebasan dan pengembalian negara Palestina, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

"Anda telah mengikuti bagaimana Masjid Al Awsa yang diberkati dan alun-alunnya, serta putra putri pemberani membela Al Aqsa terkena serbuan, penodaan, penindasan, dan kebrutan. Belum lagi menutup masjid dan menolak akses jamaah Muslim ke sana untuk doa dan shalat," jelasnya kepada Jokowi.

Dengan melakukan praktik seperti itu, Haniyeh melanjutkan, Israel berusaha untuk melegitimasi aktivitas permukiman, menggusur dan mengambil alih rumah dan properti, memaksakan pembagian Masjid Al Aqsa dan mengubah status quo.

"Kami, dalam gerakan Hamas, dan dalam menghadapi agresi dan kriminalitas yang dilakukan oleh pendudukan Israel di bulan suci ini, dan mengenai situasi yang memburuk dan berbahaya di kota Yerusalem yang diduduki dan Masjid Al-Aqsa yang diberkati, yang kami peringatkan bahaya dan akibatnya, menyerukan kepada Anda untuk mengambil tindakan segera dan sikap tegas terhadap agresi dan kejahatan ini, dan untuk bekerja untuk memobilisasi posisi politik dan diplomatik di tingkat Arab, Islam dan internasional, untuk mencegah pendudukan melanjutkan biadabnya agresi terhadap rakyat Palestina, tanah dan kesucian di kota Yerusalem yang diduduki, dan, pada intinya, Masjid Al-Aqsa," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya