Berita

Pasien Covid-19 di India/Net

Dunia

WHO: Varian Virus Corona B1617 Sudah Eksis Di 44 Negara

RABU, 12 MEI 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi terdapat 44 negara yang terkonfirmasi telah terpapar varian virus corona B1617 yang pertama kali ditemukan di India.

Dalam laporannya pada Rabu (12/5), WHO menyebut, per 11 Mei, terdapat lebih dari 4.500 urutan genom yang diunggah ke GISAID dan dinyatakan sebagai B1617.

Ribuan genom itu didapat dari 44 negara di enam wilayah. Dengan begitu terdapat lima negara tambahan yang terpapar B1617 dari laporan sebelumnya.


Varian B1617 pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober tahun lalu. Berdasarkan beberapa studi pendahuluan, varian itu lebih mudah menyebar.

Pada Senin (10/5), Kepala Teknis Covid-19 di WHO, Dr Maria Van Kerkhove mengumumkan bahwa varian 1617 menjadi varian yang mendapatkan perhatian secara global.

Ia mengatakan, WHO membutuhkan lebih banyak informasi tentang varian B1617 dan semua sub-garis keturunan.

"Tim epidemiologi dan tim laboratorium kami secara internal, ada beberapa informasi yang tersedia untuk menyarankan peningkatan transmisi B1617, karena itu kami mengklasifikasikan ini sebagai varian yang menjadi perhatian di tingkat global," ujarnya.

Varian B1617 adalah varian keempat yang ditetapkan sebagai varian dengan perhatian global.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya