Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bawa Bebatuan Antariksa, Pesawat NASA Pulang Ke Bumi

SELASA, 11 MEI 2021 | 15:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah menyalakan mesinnya untuk memulai perjalanan pulang ke Bumi.

Pesawat bernama Osiris-REX itu diluncurkan pada 2016 dengan misi mengambil sampel puing-puing dari asteroid Bennu.

Pesawat mengahabiskan waktu dua tahun untuk mencapai target, dan dua tahun lainnya untuk terbang mengitari asteroid tersebut sebelum akhirnya berhasil mengumpulkan puing-puing dari permukaan Bennu pada musim gugur tahun lalu.


Dikutip dari The Verge pada Selasa (11/5), butuh waktu dua tahun bagi Osiris-REX untuk pulang ke Bumi.

Pada Senin (10/5), para ilmuwan NASA menggambarkan proses pendorongan mesin pesawat agar bisa kembali ke Bumi dari Bennu. Itu merupakan pertama kalinya bagi NASA untuk membawa pulang sampel bebatuan asteroid yang diperkirakan sebesar setengah hingga 1 pon.

Tim pengendali pesawat sendiri berada di Colorado bersorak sorai ketika pesawat berhasil melakukan keberangkatan.

"Kami membawa pulang sampelnya!" seru para ilmuwan.

Pada Senin sore, Osiris-REX dilaporkan sudah hampir berada 300 kilometer dari Bennu.

Pesawat seukuran SUV itu akan mengelilingi matahari dua kali sebelum mengirimkan kapsul berisi sampel ke gurun Utah pada 24 September 2023.

Bennu merupakan asteroid yang gelap, kasar, dan kaya karbon. Lebarnya diperkirakan mencapai 490 meter dengan usia 4,5 miliar tahun.

Bennu diyakini memegang blok bangunan tata surya yang diawetkan. Potongannya bisa menjelaskan bagaimana planet terbentuk dan bagaimana kehidupan muncul di Bumi.

Nantinya, sampel bebatuan dari Bennu akan disimpan di laboratorium baru milik NASA yang sedang dibangun di Johnson Space Center di Houston.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya