Berita

Yang Dipertuan Agung Sultan Abdullah/Net

Dunia

Minta Warga Tetap Di Rumah, Raja Malaysia: Jangan Sampai Kita Terkena Tsunami Covid-19

SELASA, 11 MEI 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Yang Dipertuan Agung Sultan Abdullah mendesak masyarakat Malaysia untuk tetap tinggal di rumah dan mematuhi Perintah Kontrol Gerakan (MCO).

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (11/5) Raja Malaysia itu mengatakan agar masyarakat membantu petugas medis dalam mengekang penyebaran Covid-19 lewat penerapan aturan yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan Nasional (MKN).

"Nasehat Sultan Abdullah dimaksudkan agar negara tidak terkena tsunami Covid-19 seperti yang dialami beberapa negara di Asia Selatan dan Eropa,” kata Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Istana Negara, Ahmad Fadil, seperti dikutip Bernama.


Ahmad Fadil mengatakan, Yang Dipertuan Agung prihatin dengan lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia. Bahkan pada pekan lalu kasus harian mencapai lebih dari 4.000.

“Oleh karena itu, Yang Mulia berharap pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah dan semua orang akan meningkatkan upaya untuk meratakan kurva infeksi pandemi yang telah memengaruhi semua tempat terlepas dari latar belakang mereka," tambahnya.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk mengesampingkan perbedaan dan kepentingan pribadi untuk membantu pemerintah dan para pekerja garis depan menyukseskan program vaksinasi Covid-19 nasional.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Senin (10/5) mengumumkan pemberlakuan MCO secara nasional dari 12 Mei hingga 7 Juni.

Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial, termasuk kunjungan selama Hari Raya Idul Fitri dan ziarah dilarang. Semua institusi pendidikan juga akan ditutup.

Pemerintah pun memberlakukan larangan perjalanan antarnegara bagian dan antardistrik. Setiap mobil hanya boleh isi tiga orang, termasuk supir.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya