Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tingkat Kejahatan Melambung, New York Tambah Kehadiran Pasukan Polisi

SELASA, 11 MEI 2021 | 09:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya kejahatan di New York City (NYC) semakin mengkhawatirkan. Akibatnya, otoritas akan menempatkan lebih banyak petugas polisi.

Departemen Kepolisian New York City (NYPD) dilaporkan akan menempatkan petugas keamanan tambahan di Times Square setelah aksi penembakan pada akhir pekan lalu.

"Anda akan melihat kehadiran tambahan (pasukan polisi). Saya pikir mungkin ada beberapa area lain juga di mana Anda akan melihatnya. Saya pikir itu meyakinkan dan membantu," kata Walikota NYC Bill de Blasio pada Senin (10/5).


Peningkatan pasukan polisi juga dilakukan untuk menjaga keamanan lantaran kota mulai dibuka kembali setelah penutupan karena pandemi Covid-19.

Pada Sabtu sore (8/5) lalu, insiden penembakan terjadi di Times Square yang menyebabkan tiga orang terluka. Salah satu korban bahkan seorang gadis berusia 4 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah orang terlibat perselisihan. Tersangka penembak, Farrakhan Muhammad, belum ditahan polisi.

Pada 1970-an hingga 80-an, Times Square memiliki reputasi yang kumuh dengan kejahatan yang tinggi.  Namun seiring dengan meningkatnya nilai properti dan kejahatan menurun, Times Square menjadi area para turis.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya