Berita

Pertemuan sembilan partai politik Maroko di Rabat pada Sabtu, 8 Mei 2021/Net

Dunia

Sembilan Parpol Maroko Ajukan Protes Ke Spanyol Yang Tampung Pimpinan Polisario

SENIN, 10 MEI 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai-partai politik Maroko, dengan kompak, memprotes tindakan Spanyol yang mengizinkan masuk pemimpin separatis Polisario, Brahim Ghali.

Ghali sendiri masuk ke Spanyol sejak 23 April lalu untuk mendapatkan perawatan menggunakan identitas palsu.

Sembilan partai yang diwakili di parlemen mengadakan pertemuan bersama Perdana Menteri Maroko Saad Eddine El Othmani dan Menteri Luar Negeri Nasser Bourita di Rabat pada Sabtu (8/5) untuk membahas keberadaan Ghali di Spanyol.


Mereka sepakat bahwa tindakan Spanyol untuk menerima Ghali tidak dapat diterima dan sangat bertentangan dengan hubungan kedua negara. Terlebih Gjali sendiri terjerat kasus pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hak para tahanan di kamp Tindouf.

"Ini adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan terkutuk, serta provokasi eksplisit vis-a-vis Maroko, yang sangat kontradiktif dengan kualitas hubungan bilateral kedua negara," ujar mereka dalam pernyataan bersama yang diterima redaksi pada Senin (10/5).

Menurut mereka, menampung sosok seperti Ghali merupakan cerminan sikap militan dan geng kriminal. Itu juga dianggap sebagai pelanggaran hukum dan pengabaian kepentingan vital negara tetangga.

Untuk itu, mereka mendesak pemerintah Spanyol agar menentukan posisi dan melakukan segala sesuatu yang dapat memperbaiki situasi.

Dalam pernyataan tersebut, mereka juga menolak dalih sejumlah pejabat Spanyol.

"Spanyol telah menderita dan masih menderita separatisme dan dampak negatifnya terhadap stabilitas dan persatuannya, tetapi tidak pernah ada partai Maroko yang mengambil posisi atau melakukan tindakan yang mendukung separatis Spanyol," tegas mereka.

Lebih lanjut, mereka juga menegaskan kembali komitmen atas nama Raja Mohammed VI untuk mempertahankan integritas teritorial Kerajaan Maroko, kepentingan nasional, serta akan melakukan tindakan jika menghadapi sikap yang merusak kedaulatan atau mengancam kepentingan.

Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD), Partai Keaslian dan Modernitas (PAM), Partai Istiqlal (PI), Reli Nasional Independen (RNI), Gerakan Rakyat (MP), Sosialis. Union of Popular Forces (USFP), the Constitutional Union (UC), Party of Progress and Socialism (PPS) dan United Socialist Party (PSU).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya