Berita

Salah satu keluarga awak KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali/RMOLJateng

Nusantara

Keluarga Awak KRI Nanggala-402 Berharap Ada Keajaiban

SENIN, 26 APRIL 2021 | 14:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Harapan untuk menemukan para awak KRI Nanggala-402 tetap dijaga salah satu keluarga anggota TNI AL yang jadi personel di kapal selam tersebut.

Harapan itulah yang masih disimpan keluarga Serda Bah Bambang Priyanto (40), kelahiran Sidorejo, Karangmalang, Sragen. Bambang adalah anggota pasukan katak dalam kapal selam tersebut.

Kakak Serda Bah Bambang Priyanto, Sri Rahayu, berharap awak kapal selam yang hilang di perairan utara Bali itu bisa ditemukan.


Beberapa hari terakhir, Sri Rahayu tidak bisa menghubungi adiknya.

"Kontak terakhir Sabtu (17/4) lalu. Saat itu sampaikan kalau anaknya ingin masuk pesantren," jelasnya, Senin (26/4).

Sri Rahayu mengaku dirinya baru mengetahui kejadian hilangnya KRI Nanggala-402 pada Minggu (25/4) usai berbuka puasa.

"Dikabari oleh istrinya melalui group WhatsApp keluarga," paparnya sambil menahan tangis, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Usai mendapatkan kabar tersebut, dirinya berupaya mencari informasi terkait hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402.

"Jelas kaget banget saat mengetahui jika Bambang ada di dalam kapal itu," ungkapnya.

Sri Rahayu kemudian mengingat pertemuan terakhir dengan Bambang terjadi beberapa waktu sebelum berangkat berlayar. Saat itu Bambang pulang ke rumah di Sragen dan menginap selama beberapa hari untuk hadir dalam peringatan 100 hari wafatnya sang ibu.

"Kalau terakhir ketemu pas peringatan 100 hari ibu. Sempat menginap beberapa hari di rumah Sragen," imbuhnya.

Meski peluang kru KRI Nanggala bisa ditemukan sangat tipis, namun pihak keluarga tetap berharap ada keajaiban yang akan terjadi.

"Kami tetap berharap semoga mereka bisa segera ditemukan, bagaimanapun kondisinya," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya