Berita

Plh Walikota Tangsel, Bambang Noertjahjo/RMOLBanten

Nusantara

Sanksi Berat Ancam ASN Tangsel Yang Nekat Mudik

KAMIS, 22 APRIL 2021 | 14:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, akan memberikan sanksi berat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan melakukan mudik lebaran tahun ini.

Hal ini merupakan kelanjutan dari penetapan pemerintah terkait larangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H.

"Sanksi sudah dikeluarkan, sama seperti sanksi yang dikeluarkan Kemenpan RB, bisa sampai sanksi terberat," ujar Plh Walikota Tangsel, Bambang Noertjahjo, Rabu (21/4), dikutip Kantor Berita RMOLBanten.


Tangsel yang termasuk wilayah Algomerasi untuk kegiatan mudik lokal, kata Bambang, hanya akan menempatkan posko untuk pemantauan titik-titik kegiatan larangan mudik.

"Kita di daerah tidak wajib membuat SIKM, buat yang keluar dan masuk. Hanya Provinsi DKI saja yang diwajibkan oleh aturan Satgas Nasional, dan kita hanya akan membantu dalam hal penetapan titik-titik pantau kegiatan larangan mudik," ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga akan membahas teknis pengawasan selama hari raya Idul Fitri 1442 H.

"Kami akan membahas aturan dan teknis pengawasan pergerakan orang selama Idul Fitri bersama dinas dan aparat keamanan terakit. Dan, larangan mudik, kita mengikuti apa yang disampaikan pusat," demikian Bambang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya