Berita

Mohammad Hussein-Zada Hejazi/Net

Dunia

Iran Berduka, Wakil Komandan Pasukan Quds Brigjen Mohammad Hejazi Meninggal Dunia

SENIN, 19 APRIL 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berita duka datang dari Iran. Wakil Komandan Pasukan Quds Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Hussein-Zada Hejazi, meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (18/4) waktu setempat.

"Hejazi meninggal karena 'kondisi jantung',"kata pernyataan IRGC, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Senin (19/4).

Hejazi ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Quds - cabang luar negeri IRGC - pada Januari 2020 setelah pembunuhan komandan tertinggi Iran Qassem Soleimani oleh AS.


Pasukan Quds adalah kelompok elit dan berpengaruh yang mengawasi operasi asing, dan Hejazi membantu memimpin pasukan ekspedisinya dan sering bolak-balik antara Irak, Lebanon, dan Suriah.

Lahir pada tahun 1950-an di kota Isfahan, Hejazi bergabung dengan IRGC segera setelah didirikan pada tahun 1979. Selama bertahun-tahun, ia menduduki beberapa posisi kunci dalam kepolisian, termasuk komandan milisi Basij IRGC dan wakil panglima tertinggi IRGC.

Hejazi juga memimpin pangkalan Tharallah IRGC di ibu kota Teheran pada tahun 2009, yang mengawasi penindasan protes di kota itu setelah pemilihan presiden Iran yang kontroversial tahun itu.

Dewan Uni Eropa menambahkan Hejazi ke daftar sanksinya pada Oktober 2011 karena memainkan 'peran sentral dalam tindakan keras pasca pemilihan'.

Hejazi juga pernah memimpin pasukan IRGC di Lebanon untuk beberapa waktu, menurut pernyataan IRGC.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Hejazi membantu pasukan yang didukung Iran dan Iran di Suriah menggunakan 'pengalamannya yang berharga'," kata pernyataan itu.

Time of Israel menyebutkan bahwa di masa lalu, Hejati diidentifikasi oleh laporan media Israel sebagai salah satu tersangka perencana pemboman mematikan tahun 1994 di pusat Yahudi AMIA di Buenos Aires, yang menewaskan 85 orang.

Kematian Hejazi, di usia 65 tahun, merupakan pukulan lain bagi IRGC dalam seminggu, setelah ledakan di pembangkit nuklir Natanz.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya